HALAMAN BERITA

SELAMAT DATANG DI WEBSITE LEMBAGA PENDIDIKAN MA AN-NUR


SELAMAT WISUDA ANAKKU, LASKAR 22 MADRASAH ALIYAH AN-NUR
15 Juli 2020


                Anakku, hari ini adalah hari bahagiamu. Hari  ini adalah wisudamu dijenjang SLTA. Tidak hanya orang tuamu, tetapi gurumu juga menyimpan bahagia yang sama.
                Anakku kini tibalah saatnya kau menggapai cita-cita, harapan serta impian yang tidak hanya kau inginkan, tetapi juga yang keluargamu inginkan.
                Anakku, kejarlah mimpimu,  buat orang tuamu bangga dengan keberhasilanmu. Ia telah rela bersusah payah demi keberhasilan pendidikanmu.  Maka jangan kau biarkan mereka meneteskan air mata karena ulahmu. Jika hal itu terjadi sungguh perih hati gurumu yang telah berpayah mendidikmu, dan selalu menasehati untuk selalu menghormati serta menyayangi orang tuamu.
                Anakku, jalan panjang masih akan kau jalani untuk menemukan impian dan harapanmu. Maka kuatkanlah tekadmu untuk melewati jalan yang panjang itu. Jalan yang kau lewati nanti belum tentu akan mudah kau lalui bisa jadi itu juga sulit untuk kau lewati. Tapi yakinlah bahwa setiap gerak yang kau lakukan pasti akan memberitakan jalan. Selain itu gurumu juga sudah memberikan bekal agar kau bisa menghadapi itu semua. Gurumu telah memberikanmu ilmu, menempa semangat dan juga tekadmu. Kiranya itu cukup bagimu untuk meraih segala mimpimu.
                Anakku, ketahuilah selain orang tuamu. Gurumu adalah orang yang paling menunggu kabar bahagia akan kesuksesanmu. Tidak ada yang membahagiakan seorang guru, selain melihat anak didiknya meraih segala impiannya. Selain orang tuamu, gurumu pula orang yang akan sedih jika melihatmu salah langkah, Maka dari itu, selain orang tuamu, gurumulah orang yang paling menyanyangimu.
                Anakku, ketahuilah, Meskipun kau bukan anak kandungnya, tapi gurumu rela membagi kasihnya denganmu. Bahkan rela meninggalkan anaknya yang sakit demi kebahagiaan masa depanmu. Ketahuilah anakku, tanggung jawab gurumu tidaklah mudah. Bahkan orang tuamu menaruh kesuksesanmu pada pengasuhan gurumu. Oleh karenanya, jangan kau kira sikap kerasnya karena tidak suka denganmu. Tidak! Tidak demikian anakku. Gurumu sangat menyayangi, karena kasihnya tersebut ia tidak ingin kau salah mengambil jalan.
               Jika saja gurumu ingin kebahagiaannya sendiri, tentu ia akan mengambil jalan yang mudah. Tidak perlu menegurmu, tidak perlu memarahimu jika kau melakukan sebuah kesalahan. Cukup mengajar lalu duduk di kantor, kemudian mengajar lagi lalu pulang. Cukup mudah bukan? Tapi sayangnya nurani gurumu tidak bisa melakukan perbuatan seperti itu. Hatinya akan tercabik dan terkoyak jika ada anak didiknya melakukan kesalahan. Gurumu tidak bisa membiarkanmu melakukan kesalahan karena itu akan berdampak tidak baik masa depanmu. Ketahuilah nak, gurumu selalu memikirkan dan menginginkan masa depan yang terbaik untukmu.
                Demi melihatmu bahagia dan berhasil meraih minpimu, gurumu rela kau caci dan juga kau maki bahkan siap kau benci. Maafkanlah gurumu yang sering menegurmu, jika kau melakukan hal yang tidak pantas kau lakukan. Maafkanlah gurumu jika selalu memarahimu saat kau malas dalam belajar. Tapi sungguh itu karena terlalu sayangnya padamu.
                Anakku, gurumu tidak pernah marah ketika kau melupakannya saat kau berhasil meraih mimpi. Tapi, ketahuilah gurumu akan menyimpan rasa sedih dan kecewa. Oleh karenanya, janganlah kau pernah lupakan gurumu karena ada jerih payahnya gurumu dikeberhasilamu. Ingatlah gurumu selalu, sapalah ketika kau bertemu karena sapaanmu menunjukkan bahwa kau tetap mengingat dan menghormatinya. Anakku, kiranya ini cukup sebagai nasehat untuk  meraih masa depanmu. Kejarlah impianmu  dan jangan menyerah sebelum mimpimu berada digengamanmu. ( Sulistiani, guru MA An-Nur )
 
 

Share Link
Facebook WhatsApp

Daftar Berita Lainnya